Gelar Mukernas Ke 3 Syarikat Islam Luncurkan Koperasi Dan Politeknik

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Hari ini, Kamis (14/11), Pimpinan Pusat Syarikat Islam menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III. Mukernas digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, dan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam kesempatan tersebut, Syarikat Islam juga meluncurkan Koperasi Nasional Syarikat Islam Global Mitrasari serta Peluncuran Politeknik Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi).

Tema yang diangkat pada Mukernas ke-3 ini adalah “Pemantapan Implementasi Program Dakwah Ekonomi Syarikat Islam”.

Ketua Umum Syarikat Islam, Hamdan Zoelva menegaskan, Syarikat Islam saat ini tidak ikut dalam politik praktis. Syarikat Islam juga menjaga jarak dengan partai politik manapun dan berfokus pada pemberdayaan ekonomi keumatan, pembangunan pendidikan, serta konsolidasi organisasi.

“Sesuai dengan hasil Kongres Syarikat Islam di Bandung, yang mengamanahkan kepada kita untuk kembali kepada khitah perjuangan Syarikat Islam. Saya sebagai ketua umum berfokus pada 3 hal yakni melakukan konsolidasi organisasi, membangun jejaring keekonomian umat, serta membuat kurikulum sekolah-sekolah di bawah naungan Syarikat Islam,” ujar Hamdan Zoelva dalam sambutannya.

Mantan Ketua MK itu menjelaskan, keluarnya Syarikat Islam dari politik praktis disebabkan karena persoalan ketimpangan ekonomi masyarakat Indonesia. Penguasaan ekonomi Indonesia kini tidak dimiliki oleh umat Islam. Oleh sebabnya Syarikat Islam memilih untuk berdakwah khususnya di bidang ekonomi.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Mukernas Liana Suprapto, dipilihnya tema tersebut karena ada beberapa sasaran yang ingin dicapai oleh Syarikat Islam. Pertama yakni percepatan implementasi program aksi Syarikat Islam dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berbasiskan koperasi, UMKM, pertanian dan kehutanan.

Kedua, sebagai ajang permusyawaratan untuk meletakkan revitalisasi nilai kejuangan Syarikat Islam dalam menghadapi semangat kebangsaan yang baru,terutama dalam menghadapi persaingan dalam pergaulan hidup di era Industri 4.0.

“Sasaran kami dalam Mukernas kali ini adalah merajut silaturrahim intra dan ekstrakaum Syarikat Islam dalam memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwahwathaniyah di antara sekalian anak bangsa,” kata Liana.

Pada Mukernas kali ini juga diberikan ceramah pembekalan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup mengenai Strategi Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup dalam meningkatkan ekonomi Rakyat, dilanjut dengan ceramah dari Kementerian Pertanian mengenai Mengokohkan Mental Bangsa sebagai Masyarakat Agraris dalam Menghadapi Persaingan Global dalam Era Industri 4.0, ceramah pembekalan lainnya akan diisi oleh Bapak Heppy Trenggono mengenai Kebangkitan Ekonomi Tanggung jawab kita.

Setelah itu dilanjutkan dengan agenda internal, Sidang Mukernas dengan fokus pembahasan mengenai pemaparan dan pembahasan program aksi yang memberi penguatan dan percepatan dibidang ekonomi dan usaha-usaha sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kaum Syarikat Islam dalam rangka mendorong dan membangun kerakyatan yang berkesejahteraan.

sumber:

Gelar Mukernas ke-3, Syarikat Islam Fokus Soal Pemberdayaan Ekonomi Umat

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Hari ini, Kamis (14/11), Pimpinan Pusat Syarikat Islam menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III. Mukernas digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, dan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam kesempatan tersebut, Syarikat Islam juga meluncurkan Koperasi Nasional Syarikat Islam Global Mitrasari serta Peluncuran Politeknik Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi).

Tema yang diangkat pada Mukernas ke-3 ini adalah “Pemantapan Implementasi Program Dakwah Ekonomi Syarikat Islam”.

Ketua Umum Syarikat Islam, Hamdan Zoelva menegaskan, Syarikat Islam saat ini tidak ikut dalam politik praktis. Syarikat Islam juga menjaga jarak dengan partai politik manapun dan berfokus pada pemberdayaan ekonomi keumatan, pembangunan pendidikan, serta konsolidasi organisasi.

“Sesuai dengan hasil Kongres Syarikat Islam di Bandung, yang mengamanahkan kepada kita untuk kembali kepada khitah perjuangan Syarikat Islam. Saya sebagai ketua umum berfokus pada 3 hal yakni melakukan konsolidasi organisasi, membangun jejaring keekonomian umat, serta membuat kurikulum sekolah-sekolah di bawah naungan Syarikat Islam,” ujar Hamdan Zoelva dalam sambutannya.

Mantan Ketua MK itu menjelaskan, keluarnya Syarikat Islam dari politik praktis disebabkan karena persoalan ketimpangan ekonomi masyarakat Indonesia. Penguasaan ekonomi Indonesia kini tidak dimiliki oleh umat Islam. Oleh sebabnya Syarikat Islam memilih untuk berdakwah khususnya di bidang ekonomi.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia Mukernas Liana Suprapto, dipilihnya tema tersebut karena ada beberapa sasaran yang ingin dicapai oleh Syarikat Islam. Pertama yakni percepatan implementasi program aksi Syarikat Islam dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berbasiskan koperasi, UMKM, pertanian dan kehutanan.

Kedua, sebagai ajang permusyawaratan untuk meletakkan revitalisasi nilai kejuangan Syarikat Islam dalam menghadapi semangat kebangsaan yang baru,terutama dalam menghadapi persaingan dalam pergaulan hidup di era Industri 4.0.

“Sasaran kami dalam Mukernas kali ini adalah merajut silaturrahim intra dan ekstrakaum Syarikat Islam dalam memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwahwathaniyah di antara sekalian anak bangsa,” kata Liana.

Pada Mukernas kali ini juga diberikan ceramah pembekalan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup mengenai Strategi Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup dalam meningkatkan ekonomi Rakyat, dilanjut dengan ceramah dari Kementerian Pertanian mengenai Mengokohkan Mental Bangsa sebagai Masyarakat Agraris dalam Menghadapi Persaingan Global dalam Era Industri 4.0, ceramah pembekalan lainnya akan diisi oleh Bapak Heppy Trenggono mengenai Kebangkitan Ekonomi Tanggung jawab kita.

Setelah itu dilanjutkan dengan agenda internal, Sidang Mukernas dengan fokus pembahasan mengenai pemaparan dan pembahasan program aksi yang memberi penguatan dan percepatan dibidang ekonomi dan usaha-usaha sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kaum Syarikat Islam dalam rangka mendorong dan membangun kerakyatan yang berkesejahteraan.

sumber: jitunews.com

Catat Jadwalnya, Syarikat Islam Mukernas III di Peringatan ke 114 2019

Jakarta (katakabar) – Memasuki peringatan ke 114 Tahun 2019, Pimpinan Pusat dan Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Syarikat Islam, temanya, “Pemantapan Implementasi Program Dakwah Ekonomi Syarikat Islam”, di Jakarta.

Berdasarkan jadwal Mukernas III bakal digelar pada 14 hingga 16 November 2019 nanti, bertempat di Hotek Grand Cempaka, Jalan Letnan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarat. Insya Allah,  bakal dihadiri oleh Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia, begitu siaran pers yang di terima katakabar.com pada Kamis (14/11) siang.

Mukernas merupakan ajang permusyawaratan setingkat di bawah Majelis Takhim dan Kongres Nasional yang memiliki kedudukan strategis dalam konteks menilai perkembangan organisasi Syarikat Islam, dalam menjalankan amanah majelis takhim, dengan menimbang keberhasilan dan hambatan yang terjadi di dalamnya.

Berikut besaran pembahasan pada Forum Mukernas III Syarikat Islam bakal fokus kepada meliputi, pertama, pemaparan dan pembahasan program aksi yang memberi penguatan dan percepatan di

bidang ekonomi dan usaha usaha sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kaum SI dalam rangka mendorong dan membangun kerakyatan yang berkesejahteraan.

Ke Dua, pembahasan Penyempurnaan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Syarikat Islam sebagai Draft Perubahan dan Penyempurnaan PD-PRT yang akan ditetapkan dalam Majelis Takhim dan Kongres Nasional ke 41 Syarikat Islam pada 2020 mendatang. Dan ke Tiga, pembahasan kegiatan infrastruktur keorganisasian dan program program kerja unggulan yang berkorelasi terhadap kegiatan perekonomian.

Dalam Pembukaan Mukernas III  ada Peluncuran Koperasi Nasional Syarikat Islam = Global Mitrasari dan Peluncuran Politeknik Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi) Bandung.

Tak cuma itu, rangkaian kegiatan ceramah dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar mengenai Strategi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dalam meningkatkan ekonomi Rakyat.

Ceramah dari Menteri Pertanian, Dr Syahrul Yasin Limpo SH, soal Mengokohkan Mental Bangsa sebagai Masyarakat Agraris dalam Menghadapi Persaingan Global dalam Era Industri 4.0.

Selanjutnya, Ceramah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengenai, Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Meningkatkan Koperasi dan UMKM bagi Perekonomian Nasional.

Di hari ke Dua, diisi dengan ceramah dari Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Prof Muh Nuh temnya, Konteks Wakaf dalam Pemberdayaan Asset Umat.

Ceramah Pengusaha, Heppy Trenggono soal Kebangkitan Ekonomi Tanggung jawab kita serta Ceramah Pengusaha Syarikat Islam, Sandiaga S Uno mengenai Penguatan Dakwah Ekonomi dalam Kemajuan Bangsa.

Lepas itu,  dilanjutkan dengan Sidang Sidang Komisi dalam Mukernas III.

Silaturahmi dan Pengajian Nasional Bersama Kaum Syarikat Islam

Milad Syarikat Islam ke 114 Thun 2019 ini, endingnya Pengajian tingkat nasional Kaum SI dengan menghadirkan sekitar 12500 hingga 15000 jama’ah di Masjid Istiqlal Jakarta, pada hari ke Dua Mukernas.

Seperti Tahun sebelumnya, pengajian ini sekaligus sebagai ajang silaturahim Kaum SI dengan menghadirkan pejabat pemerintahan meliputi, Menteri Agama Republik Indonesia dan tokoh tokoh nasional.

Di event silaturrahim dan pengajian nasional Tahun 2019, secara khas bakal dilaksanak, Bazar dari kaum Syarikat Islam, pemberian hadiah kepada Pemenang Lomba Gerakan Petani Bercerita dan Petani Menulis serta Pemberian Penghargaan kepada  Dua orang dari Kaum Syarikat Islam yang secara rutin setiap Bulan memberikan wakaf uang kepada Lembaga Wakaf Syarikat Islam.

Tak Bisa Diintervensi, Jangan Paksa Jokowi Bocorkan Nama Dewas KPK

MerahPutih.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menegaskan posisi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) murni kebijakan prerogratif Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Artinya, tak ada pihak manapun yang bisa mengintervensi Presiden Jokowi. Bahkan, Jokowi memiliki kuasa penuh apakah akan membeberkan nama calonnya atau tidak ke publik.

“Kalau Presiden mau sosialisasikan juga itu nggak masalah. UU memberikan kewenangan itu,” kata Hamdan kepada MerahPutih.com di Jakarta, Kamis (14/11).

Hamdan mengaku tak bisa memastikan jabatan Dewan Pengawas KPK ini tak akan jadi ajang bagi-bagi jabatan terutama bagi orang dekat Jokowi.

“Saya enggak tahu ya. Itu tergantung Presiden. Karena kebijakannya itu adalah kewenangannya yang harus dihormati,” sebut ketua Syarekat Islam itu.

Hamdan
Hamdan Zoelva

Menurut Hamdan, sosok Dewas KPK ke depan harus memiliki kemampuan manajerial dan hukum yang mumpuni.

“Bagaimanapun Dewan Pengawas ini harus bekerja dengan baik dan menguasai masalah. Termasuk mendorong KPK menjalankan fungsi dengan baik, benar berdasarkan rule of law. Jangan sampai jadi penghambat,” ungkap Hamdan.

Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK memiliki adanya penembahan struktur baru. Salah satunya perihal dewan pengawas, yang tampak seperti benalu ketimbang pelengkap. Bagaimana tidak, alat kelengkapan baru ini akan memiliki sejumlah kewenangan yang jauh lebih besar dari pimpinan KPK itu sendiri.

Dewan menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menjadi eksekutor yang berwenang mengontrol dan memberikan izin pada sejumlah fungsi pro justitia KPK, seperti penyitaan, penggeledahan, dan penyadapan.

Dengan porsi kewenangan seperti itu, agenda pemberantasan korupsi tentu akan diiisi sejumlah tahapan birokrasi dan anasir-anasir lain yang bukan tidak mungkin akan menimbulkan kecenderungan abuse of power. (Knu)

sumber: merahputih.com

HOS Tjrokoaminoto Istitute Jadi Wadah Wujudkan Cita-cita Kebangsaan dan Persatuan

TRIBUNNEWS,COM, JAKARTA – Perhimpunan Sarekat Islam meluncurkan komunitas HOS Tjrokoaminoto Istitute.

Wadah ini dibentuk untuk merealisasikan nilai-nilai kebangsaan dari ‘guru’ dari sejumlah bapak bangsa itu.

Hadir dalam diskusi ini antara lain Valina Singka Subekti (Guru Besar Politik UI), Aulia Tahkim Tjokroaminoto (Keturunan HOS Tjokroaminoto), dan Hamka Haq (Ketua PDIP).

Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan, cita-cita kebangsaan dan persatuan yang dibangun oleh Tjokroaminoto sangat besar.

“Kemerdekaan sejati urutannya kedaulatan ekonomi baru kemerdekaan sejati,” kata Hamdan di Kantor SI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Hamdan menjelaskan, ketidakdilan ekonomi ancamannya terhadap persatuan Indonesia.

“Pemikiran Tjokro soal ketidakadilan ekonomi harus menjadi perhatian generasi milenial. Doktrin Pancasila tanpa ketidakadilan ekonomi maka sama saja,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Hamdan mencontohkan, jika setiap hari orang merasakan ketidakadilan dan kesulitan maka sama saja ancaman terhadap kebangsaan.

“Kalau ada yang merasa diperlakukan tak adil. Itu sama sekali tak boleh dikembangkan,” jelas dia.

Sementara, dalam perspektif Islam, ajaran Tjokroaminoto disebutkan bahwa Islam adalah sebagai pemersatu dari Sabang sampai Merauke.

“Inilah yang menyatukan kita. Islam harus menjadi pemersatu bangsa,” kata Hamdan.

Sementara, soal maraknya aksi terorisme, Hamdan menyebut, pemikiran Tjokro soal Islam yang moderat dan bermafaat, sangat relevan diperlukan.

“Islam sama sekali tak mengajarkan kebencian dan permusuhan. Melainkan Islam mengajarkan kebaikan,” terang Hamdan.

Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wahyu Bintang Saputra mengatakan, HOS Tjokroaminoto Institute sebagai lembaga think tank kebangsaan, kenegaraan dan keislaman negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

“Tjokroaminoto Institute lebih dalam dihadirkan sebagai tempat cendekiawan muda Indonesia berproses mengawal kemerdekaan yang sejati seperti cita cita guru para pemimpin bangsa semasa hidupnya,” jelas Bintang.

Menurutnya, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi segenap bangsa Indonesia itulah inti dari kemerdekaan sejati yang di cita-citakan guru bangsa.

Bintang menambahkan Indonesia pasca kemerdekaan banyak mengalami kemunduran, khususnya kehilangan sosok pemuda yang menjadi murid HOS Tjokroaminoto seperti Sukarno, Samaun, Kartosuwiryo sampai Tan Malaka yang bertekad Indonesia merdeka dari penjajah waktu pra kemerdekaan tahun 1945.

“Tjokroaminoto Institute juga merupakan penghargaan dan penghormatan kami kaum muda untuk guru bangsa, besar harapan rencana ini dapat berjalan sesuai harapan, dan lembaga ini dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara kita tercinta yang berideologi kan Pancasila,” kata Bintang

Editor: Wahyu Aji

sumber: jakarta.tribunnews.com

Milad Ke-114 Syarikat Islam Gelar Musnaker III dan Tasyakur

akarta, Kicaunews.com – Tahun 2019 adalah merupakan tahun ke-114 dari hadirnya Syarikat Islam dalam perjuangan kebangsaan di Tanah Air, yang dimulai dari berdiri nya organisasi/perkumpulan kaum pribumi yang di prakarsai oleh K. H. Samanhudi dengan nama Syarikat Dagang Islam.

Sejak awal berdirinya Syarikat Dagang Islam di Solo pada 16 Oktober 1905 berkonsentrasi gerakannya pada bidang ekonomi (perdagangan) berdasarkan ajaran Islam dengan perekonomian rakyat sebagai penggerak nya. Namun pada fase selanjutnya mengalami perkembangan arah gerakan yang tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi, tetapi juga di bidang politik yang di dalamnya diikuti dengan perubahan nama dari Syarikat Dagang Islam menjadi Syarikat Islam dengan tokoh utamanya HOS Tjokroaminoto.

Perluasan orientasi gerakan yang dilakukan oleh Syarikat Islam dengan dukungan keanggotaan yang menyebar keseantero nusantara menjadi daya dukung tumbuhnya kesadaran nasionalisme secara lebih massif. Pada Kongres Nasional Syarikat Islam di Bandung pada tanggal 17-24 Juni 1916, HOS Tjoroaminoto dalam pidatonya menyerukan pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dengan membentuk pemeritahan sendiri (zelfbestuur). Gagasan dari HOS Tjoroaminoto tersebut mengobarkan semangat nasionalisme tentang pentingnya arti kemerdekaan dari jajahan bangsa-bangsa asing.

Seiring dengan berkembangnya waktu, tantangan perubahan zaman mengharuskan pergerakan Syarikat Islam kembali kegari sazimuth-nya dengan menjadikan ekonomi dan perdagangan sebagai titik berat perjuangannya di samping kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan sebagaimana menjadi bagian yang menyatu dengan pergerakannya sebagaimana dihasilkan dalam MajelisTakhim/Kongres Nasional Syarikat Islam pada tahun 2015.

Karena itu, Syarikat Islam selama masa jihad 2015-2020 pada tahun pertama sampai dengan tahun ketiga telah melakukan ikhtiar dan daya upaya untuk mengejawantahkan maksud-maksud perjuangan organisasi sebagaimana diamanahkan dalam visi barunya melalui kebijakan yang dinamakan: “Catur Program Syarikat Islam” dengan bertumpu pada kegiatan utamanya di bidang ekonomi, organisasi, pendidikan, dan siyasah.

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) merupakan ajang permusyawaratan setingkat di bawah Majelis Takhim/Kongres Nasional yang memiliki kedudukan strategis dalam konteks menilai perkembangan organisasi Syarikat Islam dalam menjalankan amanah Majelis Takhim/Kongres Nasional, dengan menimbang keberhasilan dan hambatan yang terjadi di dalamnya.

Karena itu melalui momentum Mukernas III pada tahun 2019, Syarikat Islam dengan memilih tema: “PEMANTAPAN IMPLEMENTASI PROGRAM DAKWAH EKONOMI SYARIKAT ISLAM”. Dipilihnya tema kegiatan Mukernas tersebut diharapkan dapat tercapainya sasaran: Percepatan implementasi program aksi Syarikat Islam dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan/keummatan yang berbasiskan koperasi, UMKM, pertanian dan kehutanan.

Sebagaiajang permusyawaratan untuk meletakkan revitalisasi nilai kejuangan Syarikat Islam dalam menghadapi semangat kebangsaan yang baru,terutama dalam menghadapi persaingan dalam pergaulan hidup di era Industri  4.0 § Merajut silaturrahim intra dan ekstrakaum Syarikat Islam dalam memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwahwathaniyah di anatara sekalian anak bangsa. § Tasyakkur berkenaan memasuki usia ke-114 kehadiran Syarikat Islam dalam dinamika pergerakan ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adapun kegiatan Mukernas Syarikat Islam akan dilaksanan pada tanggal 14-16 November 2019, bertempat di Hotel Grand Cempaka, Jl. Let.JendSuprapto, CempakaPutih Jakarta, yang Insya Allah akan dibuka secara oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin.

Disamping itu juga, kegiatan Mukernas diisi dengan pidato Ketua Umum Syarikat Islam  Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH.  serta Peluncuran Koperasi Nasional Syarikat Islam Global Mitrasari, dan Peluncuran Politeknik GerakanTani Syarikat Islam (Gertasi) Bandung, serta pemberian penghargaan kepada Pemenang Lomba Gerakan Petani Berceritadan Petani Menuli soleh Menteri Koperasi-UKM Bapak Teten Masduki dan Gubernur DKI Jakarta Bapak H. Anies Baswedan, Ph.D.

Selain itu, akan diadakan ceramah pembekalan dari: (i) Kementerian Kehutanandan Lingkungan Hidup mengenai Strategi Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup dalam meningkatkan ekonomi Rakyat, (ii) ceramah dari Kementerian Pertanian mengenai Mengokohkan Mental Bangsa sebagai Masyarakat Agraris dalam Menghadapi Persaingan Global dalam Era Industri 4.0., (iii) ceramahKementerianKoperasi, Usaha Kecil dan Menengah mengenai Peran Organisasi.

Kemasyarakatan dalam Meningkatkan Koperasidan UMKM bagi Perekonomian Nasional .Ceramah pembekalan lainnya akan diisi oleh Bapak Heppy Trenggono mengenai Kebangkitan Ekonomi Tanggung jawab kita, serta ceramah Bapak Sandiaga S. Uno mengenai Penguatan Dakwah Ekonomi dalam Kemajuan Bangsa.

Setelah itu akan dilanjutkan dengan agenda internal, berupa Sidang Mukernas dengan fokus pembahasan mengenai pemaparan dan pembahasan program aksi yang memberi penguatan dan percepatan dibidang ekonomi dan usaha-usaha sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kaum Syarikat Islam dalam rangka mendorong dan membangun kerakyatan yang berkesejahteraan.

Sebagai penutup prangkaian Mukernas Syarikat Islam akan dilakukan Silaturahim Nasional dan Tasyakur Milad Syarikat Islam ke-114 dengan Pengajian Nasional Kaum Syarikat Islam di Masjid Istiqlal Jakarta, pada hari Ahad, tanggal 17 November 2019. Pada kegiatan Silaturrahim dan Pengajian Nasional tahun 2019 ini secara khsakan diadakan bazar dari kaum Syarikat Islam, serta Pemberian Penghargaan kepada 2 (dua) orang dari Kaum Syarikat Islam yang secara rutin setiap bulan memberikan wakaf uang kepada Lembaga Wakaf Syarikat Islam. (Red/AW)

sumber: kicaunews.com

Musyawarah Kerja Nasional III Syarikat Islam Dan Tasyakur Milad Ke-114 Syarikat Islam

Jakarta, 86News.co – Tahun 2019 adalah merupakan tahun ke-114 dari hadirnya Syarikat Islam dalam perjuangan kebangsaan di Tanah Air, yang dimulai dari berdiri nya organisasi/perkumpulan kaum pribumi yang di prakarsai oleh K. H. Samanhudi dengan nama Syarikat Dagang Islam. Sejak awal berdirinya Syarikat Dagang Islam di Solo pada 16 Oktober 1905 berkonsentrasi gerakannya pada bidang ekonomi (perdagangan) berdasarkan ajaran Islam dengan perekonomian rakyat sebagai penggerak nya. Namun pada fase selanjutnya mengalami perkembangan arah gerakan yang tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi, tetapi juga di bidang politik yang di dalamnya diikuti dengan perubahan nama dari Syarikat Dagang Islam menjadi Syarikat Islam dengan tokoh utamanya HOS Tjokroaminoto.

Perluasan orientasi gerakan yang dilakukan oleh Syarikat Islam dengan dukungan keanggotaan yang menyebar keseantero nusantara menjadi daya dukung tumbuhnya kesadaran nasionalisme secara lebih massif. Pada Kongres Nasional Syarikat Islam di Bandung pada tanggal 17-24 Juni 1916, HOS Tjoroaminoto dalam pidatonya menyerukan pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dengan membentuk pemeritahan sendiri (zelfbestuur). Gagasan dari HOS Tjoroaminoto tersebut mengobarkan semangat nasionalisme tentang pentingnya arti kemerdekaan dari jajahan bangsa-bangsa asing.

Seiring dengan berkembangnya waktu, tantangan perubahan zaman mengharuskan pergerakan Syarikat Islam kembali kegari sazimuth-nya dengan menjadikan ekonomi dan perdagangan sebagai titik berat perjuangannya di samping kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan sebagaimana menjadi bagian yang menyatu dengan pergerakannya sebagaimana dihasilkan dalam MajelisTakhim/Kongres Nasional Syarikat Islam pada tahun 2015.

Karena itu, Syarikat Islam selama masa jihad 2015-2020 pada tahun pertama sampai dengan tahun ketiga telah melakukan ikhtiar dan daya upaya untuk mengejawantahkan maksud-maksud perjuangan organisasi sebagaimana diamanahkan dalam visi barunya melalui kebijakan yang dinamakan: “Catur Program Syarikat Islam” dengan bertumpu pada kegiatan utamanya di bidang ekonomi, organisasi, pendidikan, dan siyasah. Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) merupakan ajang permusyawaratan setingkat di bawah Majelis Takhim/Kongres Nasional yang memiliki kedudukan strategis dalam konteks menilai perkembangan organisasi Syarikat Islam dalam menjalankan amanah Majelis Takhim/Kongres Nasional, dengan menimbang keberhasilan dan hambatan yang terjadi di dalamnya.

Karena itu melalui momentum Mukernas III pada tahun 2019, Syarikat Islam dengan memilih tema: “PEMANTAPAN IMPLEMENTASI PROGRAM DAKWAH EKONOMI SYARIKAT ISLAM”. Dipilihnya tema kegiatan Mukernas tersebut diharapkan dapat tercapainya sasaran: Percepatan implementasi program aksi Syarikat Islam dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan/keummatan yang berbasiskan koperasi, UMKM, pertanian dan kehutanan.

Sebagaiajang permusyawaratan untuk meletakkan revitalisasi nilai kejuangan Syarikat Islam dalam menghadapi semangat kebangsaan yang baru,terutama dalam menghadapi persaingan dalam pergaulan hidup di era Industri  4.0 § Merajut silaturrahim intra dan ekstrakaum Syarikat Islam dalam memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwahwathaniyah di anatara sekalian anak bangsa. § Tasyakkur berkenaan memasuki usia ke-114 kehadiran Syarikat Islam dalam dinamika pergerakan ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adapun kegiatan Mukernas Syarikat Islam akan dilaksanan pada tanggal 14-16 November 2019, bertempat di Hotel Grand Cempaka, Jl. Let.JendSuprapto, CempakaPutih Jakarta, yang Insya Allah akan dibuka secara oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin.

Disamping itu juga, kegiatan Mukernas diisi dengan pidato Ketua Umum Syarikat Islam  Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH.  serta Peluncuran Koperasi Nasional Syarikat Islam Global Mitrasari, dan Peluncuran Politeknik GerakanTani Syarikat Islam (Gertasi) Bandung, serta pemberian penghargaan kepada Pemenang Lomba Gerakan Petani Berceritadan Petani Menuli soleh Menteri Koperasi-UKM Bapak Teten Masduki dan Gubernur DKI Jakarta Bapak H. Anies Baswedan, Ph.D.

Selain itu, akan diadakan ceramah pembekalan dari: (i) Kementerian Kehutanandan Lingkungan Hidup mengenai Strategi Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup dalam meningkatkan ekonomi Rakyat, (ii) ceramah dari Kementerian Pertanian mengenai Mengokohkan Mental Bangsa sebagai Masyarakat Agraris dalam Menghadapi Persaingan Global dalam Era Industri 4.0., (iii) ceramahKementerianKoperasi, Usaha Kecil dan Menengah mengenai Peran Organisasi.

Kemasyarakatan dalam Meningkatkan Koperasidan UMKM bagi Perekonomian Nasional .Ceramah pembekalan lainnya akan diisi oleh Bapak Heppy Trenggono mengenai Kebangkitan Ekonomi Tanggung jawab kita, serta ceramah Bapak Sandiaga S. Uno mengenai Penguatan Dakwah Ekonomi dalam Kemajuan Bangsa.

Setelah itu akan dilanjutkan dengan agenda internal, berupa Sidang Mukernas dengan fokus pembahasan mengenai pemaparan dan pembahasan program aksi yang memberi penguatan dan percepatan dibidang ekonomi dan usaha-usaha sebagai ikhtiar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kaum Syarikat Islam dalam rangka mendorong dan membangun kerakyatan yang berkesejahteraan.

Sebagai penutup prangkaian Mukernas Syarikat Islam akan dilakukan Silaturahim Nasional dan Tasyakur Milad Syarikat Islam ke-114 dengan Pengajian Nasional Kaum Syarikat Islam di Masjid Istiqlal Jakarta, pada hari Ahad, tanggal 17 November 2019. Pada kegiatan Silaturrahim dan Pengajian Nasional tahun 2019 ini secara khsakan diadakan bazar dari kaum Syarikat Islam, serta Pemberian Penghargaan kepada 2 (dua) orang dari Kaum Syarikat Islam yang secara rutin setiap bulan memberikan wakaf uang kepada Lembaga Wakaf Syarikat Islam. (Red/AW)

sumber: 86news.co

HOS Tjokroaminoto Radikal Tapi Tidak Ekstrim Apalagi Ajarkan Terorisme

Inisiatifnews – Keturunan HOS Tjokroaminoto, Aulia Takhim Tjokroaminoto menyampaikan, bahwa ajaran yang disampaikan oleh kakek moyangnya itu adalah ajaran Islam yang kaffah alias murni.

Bahkan ia pun menyebutkan pula jika ajaran yang ditularkan oleh bapak bangsa itu bisa dikategorikan sebagai ajaran yang radikal. Karena pemikiran-pemikiran tentang keislaman sangat kuat sehingga mampu membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa Belanda kala itu.

“Ajaran islam yang kaffah dari HOS Tjokroaminoto kalau saya bilang radikal, ya cukup radikal, terbukti dengan pemikiran keislaman beliau lah mampu menghasilkan konsensus bersama masyarakat pribumi yang saat itu mayoritas islam untuk merdeka dari belenggu penjajahan,” kata Aulia Takhim dalam sebuah talkshow dan launching Tjokroaminoto Institute dengan tema “Merefleksikan Pemikiran HOS Tjokroaminoto dalam Menangkal Paham Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme” di Kantor DPP Syarikat Islam, Jalan Proklamasi Nomor 53, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Meskipun pendidikan dan pandangan keislaman HOS Tjokroaminoto dinilainya cukup radikal, namun ajaran Islam yang diajarkan sama sekali tidak mengarah kepada sikap ekstrim dan radikal seperti yang dianut oleh beberapa kelompok kalangan masyarakat di Indonesia dewasa ini.

“Beliau cukup radikal, tapi tidak melakukan tindakan ekstremisme apalagi menjurus ke terorisme,” tegas pria yang karib disapa Willy itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoleva, mengatakan bahwa pemikiran HOS Tjokroaminoto sebenarnya perlu untuk diteladani, digali, dan diinternalisasikan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

“HOS Tjokroaminoto yang mendapat gelar Guru Bangsa, di Syarikat Islam disebut Yang Utama, dan Belanda pun memanggil dengan julukan Raja Jawa Tanpa Mahkota, telah menginspirasi dan mengilhami kemerdekaan bangsa ini melalui persamaan, keadilan, serta menjadi semangat gerakan bagi seluruh element bangsa untuk mengusir penjajah,” ujar Hamdan.

sumber: inisiatifnews.com