Buat Lebih Meriah Dengan KIEHL’S Holiday Edition

Selebrasi perayaan Iibur akhir tahun oleh Kiehl’s yang dilakukan setiap tahun menampilkan kolaborasi bersama seniman grafis ternama,Janine Rewell. Setiap tahunnya Kiehl’s mengajak konsumen di seluruh dunia untuk berbagi kebahagiaan dengan orang terkasih selama musim Iibur ini,dan apa yang Iebih baik menyebarkan semangat ini selain dengan produk Kiehl‘s dengan formula yang dicintai oleh konsumen,dikemas dengan desain yang unik dan edisi terbatas yang dlbuat oleh Jenine Rewell, illustrator dari Helsinki. Koleksi terbatas ini terdiri dari enam produk yang dilengkapi dengan gift box dan tote bag hasil karya Janine Rewell yang dipadu dengan seni, warna dan keindahan cinta Kiehl’s. Produk yang ditawarkan adalah Kiehl’s Creme de Corps, Midnight Recovery Concentrate, Bunerstick Lip Treatment,Ultra Facial Cream, Scented Body Soap, dan Calendula Herbal-Extract Toner. Tersedia juga Advent Calendar yang menambah kesan spesial,terdiri dari produk-produk unggulan Kiehl’s yang memanjakan dan dapat digunakan setiap hari. Kiehl’s dengan bangga bekerja-sama dengan berbagai seniman yang berbakat, inovatif serta menarik dalam koleksi akhir tahun, Di tahun-tahun sebelumnya kita sudah melihat banyak karya dan Jeff Koons,Mickey,KAWS,Kenny Scharf, Peter Max, Jeremyville,Kate Moross dan sekarang tradisi terus berlanjut dengan karya Janine Rewell luar biasa dengan imajinasi tanpa batas. The Kiehl’s x Janine Howell Collection
Ultra Facial Cream Lengkapi masa liburmu dengan pelembap favorit yang melembapkan selama 24 jam serta aksen yang penuh warna pada kemasan.Pelembap wajah dengan penjualan terbaik dari Kiehl‘s ini diformulasi untuk memberikan kelembapan terus-menerus pada kulit wajah sepanjang hari,mencegah hilangnya pelembap alami pada wajah dengan membentuk pelembap alami pada wajah dengan membentuk pelembab dari udara Butterstick Llp Treatment (Untinted dan Simply Rose) Dikemas dengan semangat libur akhir tahun, perawatan bibir yang menghidrasi dari Klehl’s dikemas dengan ilustrasi yang mengambarkan keceriaan. Butterstick Lip Treatment menghidrasi dan menutrisi dari kandungan minyak kelapa yang dapat menjadi anti oksidan untuk mengembalikan dan melindungi bibir yang pecah-pecah
Midnight Recovery Concentrate Beberapa tetes Kiehl’s Midnight Recovery Concentrate dapat mengembalikan kesehatan kulit wajah dengan kandungan tumbuh-tumbuhan dan essential oil yang telah melalui proses penyulingan.Hanya di musim ini faciaI oil unggulan Kiehl’s dihiasi dengan ornamen yang menawan Scented Body Soap (Lavender, Coriander, Grapefruit) Di musim ini,sabun yang dapat membuat kulit terasa halus dibalut dan siap diberikan dengan kemasan edisi terbatas  Mengandung partikel biji buah aprikot yang membantu mengurangi sel kulit mati pada permukaan kulit dan kandungan emolien membuat kulit terasa Iembut dan nyaman. Calendula HerbaI-Extract Toner
Toner bebas alkohol mengandung kelopak bunga Calendula yang dapat membersihkan dan menyegarkan kulit secara Iangsung setelah pengaplikasian di semua jenis kulit..Formula favorit ini semakin meriah dengan sentuhan keceriaan pada kemasannya. Advent Calendar Hitung mundur menuju akhir tahun bersama Kiehl’s Manjakan diri Anda atau orang terkasih dengan produk-produk favorit konsumen Kiehl‘s yang dikemas dalam Advent Calendar edisi terbatas. Ilustrasi yang dilengkapi dengan cerita Mr. Bones yang melakukan perjalanan ke gerai pertama Kiehl’s sebagai gerai farmasi di New York City pada musim libur.
Tentang Seniman Janine Rewell adalah desainer yang menetap dan bekarya di Helsinki. Menyukai geometri organik dan kesempurnaan alam yang tidak terduga. Rewell mencampurkan imajinasi dengan realita melalui llustrasi dan Instalasi. Bentuk-bentuk abstrak dan hewan- hewan kerajaan penuh fantasi menginspirasi karyanya..Dipadu dengan desain berbasis vektor dan material analog yang dituangkan dalam pameran,karya tekstil, dan arsitektur

Ratusan Mahasiswa Dari Puluhan Perguruan Tinggi Jakarta, Hadiri Seminar Nasional PB SEMMI

Jakarta, 5 Desember 2019
Hotel Alia Cikini (Jalan Cikini Raya No.32, Cikini, Menteng, RT.12/RW.5, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330)

“Kalau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikelola dengan baik dan profesional, maka akan menjadi pilar pembangunan nasional,” ujar Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Basri Kinas Mappaseng, saat membuka acara seminar nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) dengan tema ‘BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional dan Sumber Pendapatan Asli Daerah’ di hotel Alia Cikini, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Basri menambahkan dari sekitar 1097 BUMD di Indonesia, hampir 80 persennya merugi. Padahal, BUMD punya modal dasar yakni dana awal yang tersedia dari pemerintah daerah.

Sementara, salah seorang pemateri, Syahril Muhammad selaku pengamat ekonomi yang juga Sekretaris Dewan Pakar DPP SI mengatakan jika BUMD di Jakarta merupakan ‘economy of the people Jakarta’.

“Peran masyarakat dalam ekonomi terhadap kemajuan BUMD sangat besar. BUMD adalah organisasi ekonomi yang berorientasi profit. Namun, hubungan dengan masyarakat masih kecil. Bagaimana ekonomi 0,5 persen bertumbuh jadi 50-60 persen bagi masyarakat,” ujar Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.

Syahril menambahkan bahwa transaksi yang berlaku sekarang adalah transaksi angin. BUMD harus mentransfer seluruh sistem bagi masyarakat.

“APBD DKI sebesar 87 T. Sekarang bergeser, tidak hanya jasa nya saja. Seluruh aktivitas bisa dibayar. Lapangan kerja banyak. Sekarang adalah pemerataan. Pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi pemerataan, namun pemerataan pasti mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Nah, BUMD diharapkan untuk mencapai pemerataan tersebut,” jelasnya.

Syahril berkesimpulan belum bermanfaat jika BUMD belum jadi transfer ekonomi bagi masyarakat. Transfer ekonomi menuju transfer kesejahteraan dan kita datang menggunakan transaksi.

Sedangkan, pemateri lainnya, yakni Syarif Hidayatullah selaku pengamat ekonomi yang juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mengatakan daei 23 BUMD di Jakarta, dalam catatannya hanya 4 BUMD saja yang mendapatkan laba yang besar dalam setahun belakangan ini.

“Menurut saya, hanya Bank DKI, PT Pembangunan Ancol, Sarana Jaya dan PD Pasar Jaya saja yang mengalami peningkatan laba cukup besar tiap tahun. Dibalik itu semua, saya merekomendasikan PT Rantak yang mendapatkan subsidi harus dijual, karena kinerjanya tidak memuaskan,” jelasnya.

Dilain pihak, Anies Fauzan selaku pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menjelaskan bahwa BUMD diatur dalam PP 54/2017.

“Ada 2 tipe BUMD, pertaman, Berbadan hukum perseroan dan tunduk dalam UU PT. Kepemilikan modal terbagi atas saham setidak-tidaknya 51 persen oleh pemda. Lalu, kedua, Perusahaan Daerah (PD). Beda PD dengan PT adalah kalau PD modal nya murni dari pemda, kalau PT kepemilikan saham bisa diambil alih secara mayoritas oleh swasta,” katanya.

Ditahun 2020 ini, tambah Anis, BUMD di DKI Jakarta berhasil memperoleh laba sebesar 678 Milyar rupiah dengan total aset mencapai 74 Triliun rupiah dan sekarang sedang meminta penyetaraan modal sebesar 11 Triliiun rupiah.

“Namun, dari angka 11 Triliun tersebut, DPRD hanya bisa menyetujui sekitar 6 sampai 7 Triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra mengatakan acara seminar nasional terselenggara berkat kerjasama dengan Bank DKI.

“Peningkatan dan rapihnya manajerial Bank DKI sudah terbukti saat Bank DKI menjadi penerima TOP BUMD 2019. Hal ini tentu patut dicontoh oleh BUMD lain diseluruh Indonesia, agar dapat mewujudkan BUMD sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional dan pendapatan daerah menuju Indonesia maju yang bahagia masyarakatnya,” jelasnya.

Acara seminar nasional ini dihadiri oleh mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Jabodetabek dengan peserta lebih dari 200 orang.

sumber: mediaadvokasi.com

PB SEMMI Gelar seminar Bertajuk BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Jakarta- Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) “BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Sumber Pendapatan Asli Daerah” di Hotel Alia Cikini (5/12/19)

Dalam acara tersebut salah satu pembicara yang merupakan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Basri Kinas Mappaseng, menjelaskan bahwa BUMD akan menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional jika dikelola dengan baik.

“Kalau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikelola dengan baik dan profesional, maka akan menjadi pilar pembangunan nasional,” ujar Basri.

Basri menambahkan dari sekitar 1097 BUMD di Indonesia, hampir 80 persennya merugi. Padahal, BUMD punya modal dasar yakni dana awal yang tersedia dari pemerintah daerah.

Sementara, salah seorang pemateri, Syahril Muhammad selaku pengamat ekonomi yang juga Sekretaris Dewan Pakar DPP SI mengatakan jika BUMD di Jakarta merupakan ‘economy of the people Jakarta’.

“Peran masyarakat dalam ekonomi terhadap kemajuan BUMD sangat besar. BUMD adalah organisasi ekonomi yang berorientasi profit. Namun, hubungan dengan masyarakat masih kecil. Bagaimana ekonomi 0,5 persen bertumbuh jadi 50-60 persen bagi masyarakat,” ujar Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.

Syahril menambahkan bahwa transaksi yang berlaku sekarang adalah transaksi angin. BUMD harus mentransfer seluruh sistem bagi masyarakat.

“APBD DKI sebesar 87 T. Sekarang bergeser, tidak hanya jasa nya saja. Seluruh aktivitas bisa dibayar. Lapangan kerja banyak. Sekarang adalah pemerataan. Pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi pemerataan, namun pemerataan pasti mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Nah, BUMD diharapkan untuk mencapai pemerataan tersebut,” jelasnya.

Syahril berkesimpulan belum bermanfaat jika BUMD belum jadi transfer ekonomi bagi masyarakat. Transfer ekonomi menuju transfer kesejahteraan dan kita datang menggunakan transaksi.

Sedangkan, pemateri lainnya, yakni Syarif Hidayatullah selaku pengamat ekonomi yang juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mengatakan dari 23 BUMD di Jakarta, dalam catatannya hanya 4 BUMD saja yang mendapatkan laba yang besar dalam setahun belakangan ini.

“Menurut saya, hanya Bank DKI, PT Pembangunan Ancol, Sarana Jaya dan PD Pasar Jaya saja yang mengalami peningkatan laba cukup besar tiap tahun. Dibalik itu semua, saya merekomendasikan PT Rantak yang mendapatkan subsidi harus dijual, karena kinerjanya tidak memuaskan,” jelasnya.

Dilain pihak, Anies Fauzan selaku pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menjelaskan bahwa BUMD diatur dalam PP 54/2017.

“Ada 2 tipe BUMD, pertaman, Berbadan hukum perseroan dan tunduk dalam UU PT. Kepemilikan modal terbagi atas saham setidak-tidaknya 51 persen oleh pemda. Lalu, kedua, Perusahaan Daerah (PD). Beda PD dengan PT adalah kalau PD modal nya murni dari pemda, kalau PT kepemilikan saham bisa diambil alih secara mayoritas oleh swasta,” katanya.

Ditahun 2020 ini, tambah Anis, BUMD di DKI Jakarta berhasil memperoleh laba sebesar 678 Milyar rupiah dengan total aset mencapai 74 Triliun rupiah dan sekarang sedang meminta penyetaraan modal sebesar 11 Triliiun rupiah.

“Namun, dari angka 11 Triliun tersebut, DPRD hanya bisa menyetujui sekitar 6 sampai 7 Triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra mengatakan acara seminar nasional terselenggara berkat kerjasama dengan Bank DKI.

“Peningkatan dan rapihnya manajerial Bank DKI sudah terbukti saat Bank DKI menjadi penerima TOP BUMD 2019. Hal ini tentu patut dicontoh oleh BUMD lain diseluruh Indonesia, agar dapat mewujudkan BUMD sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional dan pendapatan daerah menuju Indonesia maju yang bahagia masyarakatnya,” jelasnya.

Acara seminar nasional ini dihadiri oleh mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Jabodetabek dengan peserta lebih dari 200 orang.

sumber: oaolanews.com

Syarif Hidayatullah Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) : BUMD yang kinerjanya tidak memuaskan harus Dijual

Jakarta- Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) “BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Sumber Pendapatan Asli Daerah” di Hotel Alia Cikini (5/12/19)

Dalam acara tersebut salah satu pembicara yang merupakan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Basri Kinas Mappaseng, menjelaskan bahwa BUMD akan menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional jika dikelola dengan baik.

“Kalau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikelola dengan baik dan profesional, maka akan menjadi pilar pembangunan nasional,” ujar Basri.

Basri menambahkan dari sekitar 1097 BUMD di Indonesia, hampir 80 persennya merugi. Padahal, BUMD punya modal dasar yakni dana awal yang tersedia dari pemerintah daerah.

Sementara, salah seorang pemateri, Syahril Muhammad selaku pengamat ekonomi yang juga Sekretaris Dewan Pakar DPP SI mengatakan jika BUMD di Jakarta merupakan ‘economy of the people Jakarta’.

“Peran masyarakat dalam ekonomi terhadap kemajuan BUMD sangat besar. BUMD adalah organisasi ekonomi yang berorientasi profit. Namun, hubungan dengan masyarakat masih kecil. Bagaimana ekonomi 0,5 persen bertumbuh jadi 50-60 persen bagi masyarakat,” ujar Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.

Syahril menambahkan bahwa transaksi yang berlaku sekarang adalah transaksi angin. BUMD harus mentransfer seluruh sistem bagi masyarakat.

“APBD DKI sebesar 87 T. Sekarang bergeser, tidak hanya jasa nya saja. Seluruh aktivitas bisa dibayar. Lapangan kerja banyak. Sekarang adalah pemerataan. Pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi pemerataan, namun pemerataan pasti mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Nah, BUMD diharapkan untuk mencapai pemerataan tersebut,” jelasnya.

Syahril berkesimpulan belum bermanfaat jika BUMD belum jadi transfer ekonomi bagi masyarakat. Transfer ekonomi menuju transfer kesejahteraan dan kita datang menggunakan transaksi.

Sedangkan, pemateri lainnya, yakni Syarif Hidayatullah selaku pengamat ekonomi yang juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mengatakan dari 23 BUMD di Jakarta, dalam catatannya hanya 4 BUMD saja yang mendapatkan laba yang besar dalam setahun belakangan ini.

“Menurut saya, hanya Bank DKI, PT Pembangunan Ancol, Sarana Jaya dan PD Pasar Jaya saja yang mengalami peningkatan laba cukup besar tiap tahun. Dibalik itu semua, saya merekomendasikan PT Rantak yang mendapatkan subsidi harus dijual, karena kinerjanya tidak memuaskan,” jelasnya.

Dilain pihak, Anies Fauzan selaku pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menjelaskan bahwa BUMD diatur dalam PP 54/2017.

“Ada 2 tipe BUMD, pertaman, Berbadan hukum perseroan dan tunduk dalam UU PT. Kepemilikan modal terbagi atas saham setidak-tidaknya 51 persen oleh pemda. Lalu, kedua, Perusahaan Daerah (PD). Beda PD dengan PT adalah kalau PD modal nya murni dari pemda, kalau PT kepemilikan saham bisa diambil alih secara mayoritas oleh swasta,” katanya.

Ditahun 2020 ini, tambah Anis, BUMD di DKI Jakarta berhasil memperoleh laba sebesar 678 Milyar rupiah dengan total aset mencapai 74 Triliun rupiah dan sekarang sedang meminta penyetaraan modal sebesar 11 Triliiun rupiah.

“Namun, dari angka 11 Triliun tersebut, DPRD hanya bisa menyetujui sekitar 6 sampai 7 Triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra mengatakan acara seminar nasional terselenggara berkat kerjasama dengan Bank DKI.

“Peningkatan dan rapihnya manajerial Bank DKI sudah terbukti saat Bank DKI menjadi penerima TOP BUMD 2019. Hal ini tentu patut dicontoh oleh BUMD lain diseluruh Indonesia, agar dapat mewujudkan BUMD sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional dan pendapatan daerah menuju Indonesia maju yang bahagia masyarakatnya,” jelasnya.

Acara seminar nasional ini dihadiri oleh mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Jabodetabek dengan peserta lebih dari 200 orang.

sumber: seputarpemerintah.co

Sekretaris Dewan Pakar DPP SI, Syahrir : BUMD Harus Mentransfer Seluruh Sistem Bagi Masyarakat

Jakarta- Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) “BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Sumber Pendapatan Asli Daerah” Di Hotel Alia Cikini (5/12/19)

Dalam Acara Tersebut Salah Satu Pembicara Yang Merupakan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Basri Kinas Mappaseng, Menjelaskan Bahwa BUMD Akan Menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Jika Dikelola Dengan Baik.

“Kalau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Dikelola Dengan Baik Dan Profesional, Maka Akan Menjadi Pilar Pembangunan Nasional,” Ujar Basri.

Basri Menambahkan Dari Sekitar 1097 BUMD Di Indonesia, Hampir 80 Persennya Merugi. Padahal, BUMD Punya Modal Dasar Yakni Dana Awal Yang Tersedia Dari Pemerintah Daerah.

Sementara, Salah Seorang Pemateri, Syahril Muhammad Selaku Pengamat Ekonomi Yang Juga Sekretaris Dewan Pakar DPP SI Mengatakan Jika BUMD Di Jakarta Merupakan ‘Economy Of The People Jakarta’.

“Peran Masyarakat Dalam Ekonomi Terhadap Kemajuan BUMD Sangat Besar. BUMD Adalah Organisasi Ekonomi Yang Berorientasi Profit. Namun, Hubungan Dengan Masyarakat Masih Kecil. Bagaimana Ekonomi 0,5 Persen Bertumbuh Jadi 50-60 Persen Bagi Masyarakat,” Ujar Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Tersebut.

Syahril Menambahkan Bahwa Transaksi Yang Berlaku Sekarang Adalah Transaksi Angin. BUMD Harus Mentransfer Seluruh Sistem Bagi Masyarakat.

“APBD DKI Sebesar 87 T. Sekarang Bergeser, Tidak Hanya Jasa Nya Saja. Seluruh Aktivitas Bisa Dibayar. Lapangan Kerja Banyak. Sekarang Adalah Pemerataan. Pertumbuhan Ekonomi Tidak Mempengaruhi Pemerataan, Namun Pemerataan Pasti Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi. Nah, BUMD Diharapkan Untuk Mencapai Pemerataan Tersebut,” Jelasnya.

Syahril Berkesimpulan Belum Bermanfaat Jika BUMD Belum Jadi Transfer Ekonomi Bagi Masyarakat. Transfer Ekonomi Menuju Transfer Kesejahteraan Dan Kita Datang Menggunakan Transaksi.

Sedangkan, Pemateri Lainnya, Yakni Syarif Hidayatullah Selaku Pengamat Ekonomi Yang Juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Mengatakan Dari 23 BUMD Di Jakarta, Dalam Catatannya Hanya 4 BUMD Saja Yang Mendapatkan Laba Yang Besar Dalam Setahun Belakangan Ini.

“Menurut Saya, Hanya Bank DKI, PT Pembangunan Ancol, Sarana Jaya Dan PD Pasar Jaya Saja Yang Mengalami Peningkatan Laba Cukup Besar Tiap Tahun. Dibalik Itu Semua, Saya Merekomendasikan PT Rantak Yang Mendapatkan Subsidi Harus Dijual, Karena Kinerjanya Tidak Memuaskan,” Jelasnya.

Dilain Pihak, Anies Fauzan Selaku Pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Menjelaskan Bahwa BUMD Diatur Dalam PP 54/2017.

“Ada 2 Tipe BUMD, Pertaman, Berbadan Hukum Perseroan Dan Tunduk Dalam UU PT. Kepemilikan Modal Terbagi Atas Saham Setidak-Tidaknya 51 Persen Oleh Pemda. Lalu, Kedua, Perusahaan Daerah (PD). Beda PD Dengan PT Adalah Kalau PD Modal Nya Murni Dari Pemda, Kalau PT Kepemilikan Saham Bisa Diambil Alih Secara Mayoritas Oleh Swasta,” Katanya.

Ditahun 2020 Ini, Tambah Anis, BUMD Di DKI Jakarta Berhasil Memperoleh Laba Sebesar 678 Milyar Rupiah Dengan Total Aset Mencapai 74 Triliun Rupiah Dan Sekarang Sedang Meminta Penyetaraan Modal Sebesar 11 Triliiun Rupiah.

“Namun, Dari Angka 11 Triliun Tersebut, DPRD Hanya Bisa Menyetujui Sekitar 6 Sampai 7 Triliun,” Tegasnya.

Sementara Itu, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra Mengatakan Acara Seminar Nasional Terselenggara Berkat Kerjasama Dengan Bank DKI.

“Peningkatan Dan Rapihnya Manajerial Bank DKI Sudah Terbukti Saat Bank DKI Menjadi Penerima TOP BUMD 2019. Hal Ini Tentu Patut Dicontoh Oleh BUMD Lain Diseluruh Indonesia, Agar Dapat Mewujudkan BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Pendapatan Daerah Menuju Indonesia Maju Yang Bahagia Masyarakatnya,” Jelasnya.

Acara Seminar Nasional Ini Dihadiri Oleh Mahasiswa Dari 20 Perguruan Tinggi Se-Jabodetabek Dengan Peserta Lebih Dari 200 Orang.

sumber: poskotanews.co

Pengamat ekonomi, Syarif Hidayatullah : dari 23 BUMD di Jakarta, hanya 4 BUMD saja yang mendapatkan laba yang besar dalam setahun belakangan ini

Jakarta- Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) “BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Sumber Pendapatan Asli Daerah” di Hotel Alia Cikini (5/12/19)

Dalam acara tersebut salah satu pembicara yang merupakan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Basri Kinas Mappaseng, menjelaskan bahwa BUMD akan menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional jika dikelola dengan baik.

“Kalau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikelola dengan baik dan profesional, maka akan menjadi pilar pembangunan nasional,” ujar Basri.

Basri menambahkan dari sekitar 1097 BUMD di Indonesia, hampir 80 persennya merugi. Padahal, BUMD punya modal dasar yakni dana awal yang tersedia dari pemerintah daerah.

Sementara, salah seorang pemateri, Syahril Muhammad selaku pengamat ekonomi yang juga Sekretaris Dewan Pakar DPP SI mengatakan jika BUMD di Jakarta merupakan ‘economy of the people Jakarta’.

“Peran masyarakat dalam ekonomi terhadap kemajuan BUMD sangat besar. BUMD adalah organisasi ekonomi yang berorientasi profit. Namun, hubungan dengan masyarakat masih kecil. Bagaimana ekonomi 0,5 persen bertumbuh jadi 50-60 persen bagi masyarakat,” ujar Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.

Syahril menambahkan bahwa transaksi yang berlaku sekarang adalah transaksi angin. BUMD harus mentransfer seluruh sistem bagi masyarakat.

“APBD DKI sebesar 87 T. Sekarang bergeser, tidak hanya jasa nya saja. Seluruh aktivitas bisa dibayar. Lapangan kerja banyak. Sekarang adalah pemerataan. Pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi pemerataan, namun pemerataan pasti mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Nah, BUMD diharapkan untuk mencapai pemerataan tersebut,” jelasnya.

Syahril berkesimpulan belum bermanfaat jika BUMD belum jadi transfer ekonomi bagi masyarakat. Transfer ekonomi menuju transfer kesejahteraan dan kita datang menggunakan transaksi.

Sedangkan, pemateri lainnya, yakni Syarif Hidayatullah selaku pengamat ekonomi yang juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mengatakan dari 23 BUMD di Jakarta, dalam catatannya hanya 4 BUMD saja yang mendapatkan laba yang besar dalam setahun belakangan ini.

“Menurut saya, hanya Bank DKI, PT Pembangunan Ancol, Sarana Jaya dan PD Pasar Jaya saja yang mengalami peningkatan laba cukup besar tiap tahun. Dibalik itu semua, saya merekomendasikan PT Rantak yang mendapatkan subsidi harus dijual, karena kinerjanya tidak memuaskan,” jelasnya.

Dilain pihak, Anies Fauzan selaku pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menjelaskan bahwa BUMD diatur dalam PP 54/2017.

“Ada 2 tipe BUMD, pertaman, Berbadan hukum perseroan dan tunduk dalam UU PT. Kepemilikan modal terbagi atas saham setidak-tidaknya 51 persen oleh pemda. Lalu, kedua, Perusahaan Daerah (PD). Beda PD dengan PT adalah kalau PD modal nya murni dari pemda, kalau PT kepemilikan saham bisa diambil alih secara mayoritas oleh swasta,” katanya.

Ditahun 2020 ini, tambah Anis, BUMD di DKI Jakarta berhasil memperoleh laba sebesar 678 Milyar rupiah dengan total aset mencapai 74 Triliun rupiah dan sekarang sedang meminta penyetaraan modal sebesar 11 Triliiun rupiah.

“Namun, dari angka 11 Triliun tersebut, DPRD hanya bisa menyetujui sekitar 6 sampai 7 Triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra mengatakan acara seminar nasional terselenggara berkat kerjasama dengan Bank DKI.

“Peningkatan dan rapihnya manajerial Bank DKI sudah terbukti saat Bank DKI menjadi penerima TOP BUMD 2019. Hal ini tentu patut dicontoh oleh BUMD lain diseluruh Indonesia, agar dapat mewujudkan BUMD sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional dan pendapatan daerah menuju Indonesia maju yang bahagia masyarakatnya,” jelasnya.

Acara seminar nasional ini dihadiri oleh mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Jabodetabek dengan peserta lebih dari 200 orang.

sumber: potretnews.co

PB SEMMI Gelar seminar Bertajuk BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional & Sumber Pendapatan Asli Daerah

Jakarta- Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) “BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Sumber Pendapatan Asli Daerah” di Hotel Alia Cikini (5/12/19)

Dalam acara tersebut salah satu pembicara yang merupakan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Basri Kinas Mappaseng, menjelaskan bahwa BUMD akan menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional jika dikelola dengan baik.

“Kalau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikelola dengan baik dan profesional, maka akan menjadi pilar pembangunan nasional,” ujar Basri.

Basri menambahkan dari sekitar 1097 BUMD di Indonesia, hampir 80 persennya merugi. Padahal, BUMD punya modal dasar yakni dana awal yang tersedia dari pemerintah daerah.

Sementara, salah seorang pemateri, Syahril Muhammad selaku pengamat ekonomi yang juga Sekretaris Dewan Pakar DPP SI mengatakan jika BUMD di Jakarta merupakan ‘economy of the people Jakarta’.

“Peran masyarakat dalam ekonomi terhadap kemajuan BUMD sangat besar. BUMD adalah organisasi ekonomi yang berorientasi profit. Namun, hubungan dengan masyarakat masih kecil. Bagaimana ekonomi 0,5 persen bertumbuh jadi 50-60 persen bagi masyarakat,” ujar Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.

Syahril menambahkan bahwa transaksi yang berlaku sekarang adalah transaksi angin. BUMD harus mentransfer seluruh sistem bagi masyarakat.

“APBD DKI sebesar 87 T. Sekarang bergeser, tidak hanya jasa nya saja. Seluruh aktivitas bisa dibayar. Lapangan kerja banyak. Sekarang adalah pemerataan. Pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi pemerataan, namun pemerataan pasti mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Nah, BUMD diharapkan untuk mencapai pemerataan tersebut,” jelasnya.

Syahril berkesimpulan belum bermanfaat jika BUMD belum jadi transfer ekonomi bagi masyarakat. Transfer ekonomi menuju transfer kesejahteraan dan kita datang menggunakan transaksi.

Sedangkan, pemateri lainnya, yakni Syarif Hidayatullah selaku pengamat ekonomi yang juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mengatakan daei 23 BUMD di Jakarta, dalam catatannya hanya 4 BUMD saja yang mendapatkan laba yang besar dalam setahun belakangan ini.

“Menurut saya, hanya Bank DKI, PT Pembangunan Ancol, Sarana Jaya dan PD Pasar Jaya saja yang mengalami peningkatan laba cukup besar tiap tahun. Dibalik itu semua, saya merekomendasikan PT Rantak yang mendapatkan subsidi harus dijual, karena kinerjanya tidak memuaskan,” jelasnya.

Dilain pihak, Anies Fauzan selaku pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menjelaskan bahwa BUMD diatur dalam PP 54/2017.

“Ada 2 tipe BUMD, pertaman, Berbadan hukum perseroan dan tunduk dalam UU PT. Kepemilikan modal terbagi atas saham setidak-tidaknya 51 persen oleh pemda. Lalu, kedua, Perusahaan Daerah (PD). Beda PD dengan PT adalah kalau PD modal nya murni dari pemda, kalau PT kepemilikan saham bisa diambil alih secara mayoritas oleh swasta,” katanya.

Ditahun 2020 ini, tambah Anis, BUMD di DKI Jakarta berhasil memperoleh laba sebesar 678 Milyar rupiah dengan total aset mencapai 74 Triliun rupiah dan sekarang sedang meminta penyetaraan modal sebesar 11 Triliiun rupiah.

“Namun, dari angka 11 Triliun tersebut, DPRD hanya bisa menyetujui sekitar 6 sampai 7 Triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra mengatakan acara seminar nasional terselenggara berkat kerjasama dengan Bank DKI.

“Peningkatan dan rapihnya manajerial Bank DKI sudah terbukti saat Bank DKI menjadi penerima TOP BUMD 2019. Hal ini tentu patut dicontoh oleh BUMD lain diseluruh Indonesia, agar dapat mewujudkan BUMD sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional dan pendapatan daerah menuju Indonesia maju yang bahagia masyarakatnya,” jelasnya.

Acara seminar nasional ini dihadiri oleh mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Jabodetabek dengan peserta lebih dari 200 orang.

sumber: mediaaktivis.com

Basri Kinas Mappaseng: BUMD akan menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional jika dikelola dengan baik

Jakarta- Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) “BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional Dan Sumber Pendapatan Asli Daerah” di Hotel Alia Cikini (5/12/19)

Dalam acara tersebut salah satu pembicara yang merupakan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Basri Kinas Mappaseng, menjelaskan bahwa BUMD akan menjadi Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional jika dikelola dengan baik.

“Kalau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikelola dengan baik dan profesional, maka akan menjadi pilar pembangunan nasional,” ujar Basri.

Basri menambahkan dari sekitar 1097 BUMD di Indonesia, hampir 80 persennya merugi. Padahal, BUMD punya modal dasar yakni dana awal yang tersedia dari pemerintah daerah.

Sementara, salah seorang pemateri, Syahril Muhammad selaku pengamat ekonomi yang juga Sekretaris Dewan Pakar DPP SI mengatakan jika BUMD di Jakarta merupakan ‘economy of the people Jakarta’.

“Peran masyarakat dalam ekonomi terhadap kemajuan BUMD sangat besar. BUMD adalah organisasi ekonomi yang berorientasi profit. Namun, hubungan dengan masyarakat masih kecil. Bagaimana ekonomi 0,5 persen bertumbuh jadi 50-60 persen bagi masyarakat,” ujar Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.

Syahril menambahkan bahwa transaksi yang berlaku sekarang adalah transaksi angin. BUMD harus mentransfer seluruh sistem bagi masyarakat.

“APBD DKI sebesar 87 T. Sekarang bergeser, tidak hanya jasa nya saja. Seluruh aktivitas bisa dibayar. Lapangan kerja banyak. Sekarang adalah pemerataan. Pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi pemerataan, namun pemerataan pasti mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Nah, BUMD diharapkan untuk mencapai pemerataan tersebut,” jelasnya.

Syahril berkesimpulan belum bermanfaat jika BUMD belum jadi transfer ekonomi bagi masyarakat. Transfer ekonomi menuju transfer kesejahteraan dan kita datang menggunakan transaksi.

Sedangkan, pemateri lainnya, yakni Syarif Hidayatullah selaku pengamat ekonomi yang juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mengatakan daei 23 BUMD di Jakarta, dalam catatannya hanya 4 BUMD saja yang mendapatkan laba yang besar dalam setahun belakangan ini.

“Menurut saya, hanya Bank DKI, PT Pembangunan Ancol, Sarana Jaya dan PD Pasar Jaya saja yang mengalami peningkatan laba cukup besar tiap tahun. Dibalik itu semua, saya merekomendasikan PT Rantak yang mendapatkan subsidi harus dijual, karena kinerjanya tidak memuaskan,” jelasnya.

Dilain pihak, Anies Fauzan selaku pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menjelaskan bahwa BUMD diatur dalam PP 54/2017.

“Ada 2 tipe BUMD, pertaman, Berbadan hukum perseroan dan tunduk dalam UU PT. Kepemilikan modal terbagi atas saham setidak-tidaknya 51 persen oleh pemda. Lalu, kedua, Perusahaan Daerah (PD). Beda PD dengan PT adalah kalau PD modal nya murni dari pemda, kalau PT kepemilikan saham bisa diambil alih secara mayoritas oleh swasta,” katanya.

Ditahun 2020 ini, tambah Anis, BUMD di DKI Jakarta berhasil memperoleh laba sebesar 678 Milyar rupiah dengan total aset mencapai 74 Triliun rupiah dan sekarang sedang meminta penyetaraan modal sebesar 11 Triliiun rupiah.

“Namun, dari angka 11 Triliun tersebut, DPRD hanya bisa menyetujui sekitar 6 sampai 7 Triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra mengatakan acara seminar nasional terselenggara berkat kerjasama dengan Bank DKI.

“Peningkatan dan rapihnya manajerial Bank DKI sudah terbukti saat Bank DKI menjadi penerima TOP BUMD 2019. Hal ini tentu patut dicontoh oleh BUMD lain diseluruh Indonesia, agar dapat mewujudkan BUMD sebagai pilar pembangunan ekonomi nasional dan pendapatan daerah menuju Indonesia maju yang bahagia masyarakatnya,” jelasnya.

Acara seminar nasional ini dihadiri oleh mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Jabodetabek dengan peserta lebih dari 200 orang.

sumber: rajawalitv.co